YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

AKU

" Aku,

Bukanlah seorang penyanyi yang bisa menuturkan kata dengan menyanyi,

Bukan jua seorang komposer yang punyai abiliti utk menyuarakan isi hati,

Bukan seorang pelukis handalan yang punyai bakat yg mampu melakar sebuah lukisan tersirat,

Hanya punyai ayat dan tulisan, untuk ditulis, dibaca dan ditatap.

May Allah bless. "

Saturday, May 8, 2021

Flashback: A Short Escape To Rewind

 Ramadhan 2010.

Memori yang selama tak akan hilang hatta ke hujung nyawa sekalipun. 

10 terakhir Ramadhan yang terisi dengan menjaga Mummy di hospital, yakni turning point terbesar dalam hidup seorang insan bernama Nazual. * 

It was then, the exact moment Allah sparks passion into my heart, to finally be open and curious enough to be in medical field thus pursuing the new passion till today. Was it sad? Definitely at first, I think that was my first time seeing Mummy crying and sad. Sampai ke bila-bila ingat saat tu, susah betul kalau sejenis photographic memories. 

Ironicnya, Allah takdirkan jua diri ini incharge ward gynae dua minggu sebelum Raya. Every moment in the ward, memori tu berputar-putar. Especially bila jaga ibu-ibu terpilih, amanah untuk menjaga keadaan mereka bukan sekadar sakit dan pendarahan tapi termasuk jua emosi yang terusik. 

Kadang-kadang bila ibu atau akak misi datang bagitahu, ada patient passing out POC, terus terusik di hati. Sambil-sambil keluarkan POC, sambil-sambil berdoa meskipun hati terasa dicarik-carik. Laju je nak masuk toilet lepas tu. Kalau assist OT, mesti terkeluar juga keluhan sakit padahal takde kaitan pun dengan diri sendiri. 

Untuk ibu-ibu terpilih termasuk diri sendiri; 

Suka untuk saya re-share tulisan Dr Mohamad Ali Al Hashimi dalam karyanya; The Ideal Muslimah. 

One of the most prominent distinguishing features of the Muslim woman is her deep faith in Allah

(SWT), and her sincere conviction that whatever happens in this universe, and whatever fate

befalls human beings, only happens through the will and decree of Allah (SWT); whatever befalls a

person could not have been avoided, and whatever does not happen to a person could not have

been made to happen. A person has no choice in this life but to strive towards the right path and to

do good deeds - acts of worship and other acts - by whatever means one can, putting all his trust

in Allah (SWT), submitting to His will, and believing that he is always in need of Allah's (SWT) help

and support.

Hikmah yang saya dapat sewaktu second trimester miscarriage Mummy adalah passion untuk belajar dan mengejar kerjaya dalam perubatan, Alhamdulillah. It does change me entirely despite taking super long period to finally reach that point. 

Kerana setiap saat dan ketika dalam hidup ini, hanyalah dengan takdir Allah. 

Yang ternoktah di langit, tak termampu dipadam di muka bumi fana. Dan semoga setiap kehilangan kalian, tersingkap hikmah yang jauh lebih manis dari kepahitan realiti. Just trust Him, the alMighty. 

Dan semoga seorang Nazual juga terus kuat. Mama is sorry for failing you baby sayang. Let's meet in Jannah shall we baby? Ayuh terus mencari hikmah di sebalik kehilangan sementara ini. 

* just a year after it, my parents divorce and subsequently my lovely Ayah (grandpa) passed away, it was totally devastating moments for me as each of it chained and linked to each other. Semoga Allah terus kuatkan diri like before. Amin <3 



Thursday, October 1, 2020

Strong Women Aren't Hard To Approach

"

She able to dine in by herself

She's able to get things she want by herself

She's independent lady, 

Why would she need a man then? "

.

What a misleading concept of understanding. 

.

When Khadijah ra, possessed a vast of business, even one of the top businesswoman at her prime, why would she proposed to Prophet SAW? 

.

Let's take things slightly out this for awhile, for us (inc me) to ponder upon. 

.

First, what's definition of strong women?

Someone who possed strong personality wheres her voices, her opinions gave a great impact to society/public/politics?

Someone who has her own stand, her own goals which not affected by criticism of her surroundings? 

or

Should I emphasise how our society labelled strong women is?

Stable job? Great car? Honda? Toyota? BMW? Bought using her own pocket money.

Someone who do groceries by her own? 

Someone who go anywhere without constant need of accompanies? 

independent is not equal to strong

.

And being strong/independent aren’t wrong either. 

.

Back to stories of Prophet Muhammad SAW and Khadija RA, it’s Prophet’s personality and potential that lead to the proposal. She made him as her business partner rather than her employee. 

And the subsequent stories after Rasulullah SAW received the first revelation, it’s Khadijah who calm him down, trust in every single words of him and became the first person to embrace Islam. 

.

She supports the dakwah until the end of her life, and yet played important roles in the beginning of the great history ever existed.

Bukan senang untuk berkorban segala harta, dunia dan jiwa. 

But she made it, and thus became the explemary muslimah for all of us. 

.

Okay here’s some personal opinions regarding prominent ladies as general. 

Going tru several biographies of Queen Victoria, Empress of Russians, Marie Antoinette of France, Empress Wu Zetian, Empress Myeongsong etc cause the list will never end…..

.

The similarities of their stories were how they actually decided to fight the inequalities of women during their period of time, started with their husband actually (expect Queen Victoria)

Disastified with incompetence of their husband/son in ruling the country, they eventually took over the throne either directly or indirectly and yeah, surprisingly brought a lot improvement of governance ( and that’s how they become prominent ladies)

.

But the so called feminism, is so empty. Sounds glorious outside like a shell decorated with lots of diamonds and pearls, but so empty inside. 

There’s no loyalty in their so called great stories. 

.

What I would to highlight in this post is; 

NO, women don’t need coach bags, BMW, luxurious wedding/trips.

Yang memerlukan semua itu bukannya wanita, 

Tapi si pengkikis duit. 

Yang wanita perlukan hanyalah kesetiaan, dan kerjasama dalam menjadi sebuah pasukan yang hebat dalam membentuk unit-unit kecil yang akan bergabung menjadi bangsa yang maju kehadapan. 

Kerana wanita yang hebat dan kuat itu, punyai misi dan moto hidup yang kukuh dan bukan sekadar terhias terlitup dalam erti kata cinta sahaja. 

.

Isunya sekarang, berapa ramai lelaki-lelaki yang hidupnya bermoto menjadi pewaris bangsa, bukannya sekadar hidup seperti kera di hutan. 








MWwrites
123321020
Pulau Musang, KT 


Monday, April 27, 2020

A Breath of Housemanship

Bismillah.

Its been such a long break.
I honestly drain out of energy to write a single sentence.
But writing is one of the way to convey the stress.

Have been started my housemanship for about 1 month (approximately), 1 month of life as houseman.
.
Well, since our housemanship start during RMO, the workload reduced a lot.
And we idk called as unfortunate enough to feel the hectic life as surgical houseman? LOL
.
And because of that, I tend to learn a little by day.
It made me slower learner, and sometimes frustrating myself.
Ini adalah contoh bila realiti tak selari dengan program set up in the brain.
.
I aim for an A, but my current performance only able to vibe up till B-.
And today, I got emotionally affected with my shortcomings.
Well, I might need a consultation later on how to improve myself (after I have done self reflection)
But it takes courage to go forward and seek for help.
.
May Allah ease me.
May Allah bless me with abundance of knowledge.
May Allah made me the a grateful servant of Him.

Amin.

Thursday, January 30, 2020

Dedicated Post: Suhana & Fatin

" Dan di antara mereka orang yang berdoa: " Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari seksa neraka. Mereka itulah orang yang mendapat bahagian dari apa yang mereka usahakan dan Allah sangat cepat perhitunganNya." [2; 201-202]
.
A short trip to friends' wedding sparked the light of lovely memorylane.
Saat bas meluncur laju di atas jambatan Pulau Pinang, teringat hari-hari yang terpaksa ulang-alik Main Campus-Hospital Seberang Jaya, Penang. Paling epik time exam shortcase Medicine, thankfully I got mine in GH instead of Seberang. Penat okay travel jauh-jauh. Berapi yang exam Hospital Taiping baca ni.
.
Honestly, I still experienced some sort of flashbacks, that anxious feeling masa nak final exam. Kerap juga terbangun tengah malam, terus nak bangun, " Exam, study......" ter-froze kejap a few minutes (mamai-mamai) and then terus mengucap panjang.
Setiap kali penjaga exam cakap; " You got 5 more minutes.." and eventually " Time's up.", disertakan sekali dengan hati yang remuk.
Dan akhirnya flat.
Sedih, dan nak menangis. Tapi air mata tak terkeluar sebab dah habis tenaga untuk jawab exam.
Nak kecewa pun tak mampu, sebab dah tawar hati dah dengan exam. Sebab dah tahu, efforts memang all out sampai squeeze sekali berat badan.
.
BMI drastically changed from underweight to severe underweight.
Makan? Makan sekadar nak dapatkan pahala sahur dan berbuka puasa. Alhamdulillah ada member-member ' majlis perbandaran', siap sampai buncit depa (Ya Ampun).
.
Its feel like yesterday,
Counting days to exam, that me anxious. Plus, mindset yang on repeats;

  • Hang tak study lagi topik A (padahal dah plan nk study later)
  • Hang ni apo saloh info ni (mixed up stuffs)
  • Apa hang baco satu pun tak ingat ni (HAHAHAHAHA)
  • Wehhh sempat ke habis semua ni (Alhamdulillah with clear planning, I managed to cover all despite not so deep)
  • Pass ke aku nanti ni?
  • Boleh ke grad ni?
Melangkah keluar je exam terus rasa nak lumpuh, mashaAllah. Diri dihempap oleh soalan-soalan membunuh. 
.
Dada yang terasa sesak dengan urusan duniawi itu, 
Hinggakan tiada ruang untuk melepaskan nafas yang tertahan,
Dan saat hati sama merendah diri sama mengharap pada Dia,
Pada bantuan-Nya, pada pengampunan-Nya dalam sujudnya,
Dia hadirkan kekuatan untuk terus bangkit dan kelapangan.
.
It gonna be harder in future, ladies. 
Ace it, plan everything carefully. 
Jangan simpan stress etc sorang-sorang, find someone yang boleh jadi pendengar setia. 
Yang boleh bagi support tak berbelah bahagi. 
Yang tak pernah melupakan kalian dalam doa mereka. 
Yang tidak mengharap sebarang balasan keduniaan, cukup sekadar kalian dipermudahkan urusan. 

Last words, 
Have faith in Him and strive for success.
No u-turn.
No regrets. 

MW
3102201251
Dear Hometown

Wednesday, December 18, 2019

Persis Khaulah Al Azwar

"Kenapa akhawat kena physically strong? Kenapa dalam muwasafat tarbiyah, ada sihat tubuh badan? Akhawat rasa kenapa kita kena kuat?" - lontaran soalan dari penyampai tazkirah buat diri ini terkapai-kapai sebentar. Rasanya tiap kali talk, state of mind jadi terkapai-kapai jap sbb proses internalisation info yang kompleks sedang berlaku di otak, disertai kerut-kerut dahi. 

Main point sesi tazkirah ialah perihal srikandi yang tidak asing lagi dalam sejarah Islam. 

Khaulah al Azwar. 

Khaulah ini dari kecil dididik oleh ayahnya akan ilmu memanah dan berkuda. 
Jiwanya kuat. Seperti fizikalnya. Susuk tubuhnya tinggi lampai dan tegap. 

'Debut' Khaulah adalah sewaktu perang Yarmouk. 
Ya. Khaulah ditempatkan dalam team logistik dan medik. Rawat tentera Muslim yang cedera. Sampailah berita saudaranya Dhirar al Azwar ditawan oleh musuh. 

Kerana sayangnya pada saudaranya. Terus dicapai pedang dan berkuda, maju ke medan tempur tatkala tentera Islam hakikatnya sedang di ambang kekalahan menentang tentera Byzantine (Romawi). Skuad Rafe bin Umaira, melihatkan kemunculan " Pahlawan yang serba hitam penuh misteri ".  Khaulah pakai jubah, bertudung litup, menutup mukanya cukup memperlihatkan mata yang penuh semangat waja. 

Ketangkasan Khaulah ibarat 'suicide squad', tanpa gentar Khaulah menghunus pedang hinggakan pakaiannya penuh darah. Keberanian Khaulah membangkit semangat tentera Islam. Kemudian, tibalah skuad bantuan Khalid al Walid, menyaksikan kepahlawanan Khaulah. 

Saat Khalid bertanyakan perihal identitinya, Khaulah hanya diam dan meneruskan perjuangannya. Okay part ni best, bacalah dengan penuh perasaan:

“Wahai panglima. Aku tidak mengelak darimu kecuali kerana rasa malu terhadapmu. Anda seorang panglima besar, sedangkan aku wanita. Tetapi. Aku terpaksa melakukan ini kerana hatiku sakit dan marah.

Kagum dengan didikan Al Azwar, Khalid membenarkan Khaulah menyertai misi menyelamatkan saudaranya Dhirar al Azwar. 

Perang kedua yang highlight nama Khaulah adalah Perang Sahura, juga perang dengan tentera romawi. 

Tapi dalam perang ni, Khaulah pula yang tertawan oleh musuh. Team logistik dan medik ditawan oleh musuh dan diletakkan dalam khemah. Enggan dijadikan tawanan pihak kafir, Khaulah bangkit dengan strategi yang membuahkan hasil, bersama-sama dengan wanita lain, hanya menggunakan tiang dan tali khemah. 

Sebelah tangan menghunus tombak, sebelah lagi menghunus tiang khemah. 
Dan akhirnya bebas dari tawanan romawi. 
Hebat bukan? Terpegun seketika dengan kekuatan fizikal Khaulah. 

JUMP 2016 Peak District 


*******

Bukankah Malaysia masih aman? Tiada perang yang sedang berlaku (di Malaysia) yang memerlukan seorang akhawat memantapkan fizikal sepertinya perang bakal tercetus di waktu terdekat.

Lalu diri ini termenung. 
Scroll FB yang sedang hangat bercerita mengenai saudara Ughur. 
Kemudian Rohingya. 
Kemudian di India.

Belum lagi perihal Palestin dan Syria. 

Kita ini umat yang berbuih itu kah? Ramai tapi kekuatannya rapuh sekali. 
Ramai yang mengatakannya Islam, tapi perjuangannya perihal hawa nafsu dan tipu daya dunia. 

Dan teringat perkongsian dalam satu forum; 

Perihal seorang pelarian Syria. Sebelum tercetusnya perang yang bukan sekadar meruntuhkan bangunan, malah jiwa-jiwa yang tiada noda doa, dirinya seorang guru. 

Dalam hidupnya, tidak pernah disangkakan perang ini terjadi. Tak tersangka akhirnya diri sendirinya seorang pelarian. Dan kata-katanya yang membuatkan hati ini begitu terjentik;

" ..tidak aku sangka perang ini terjadi. Kerana segalanya normal.....Dan aku yakin, di Malaysia juga boleh terjadinya perang...." [simplified version] 

Yelah, Malaysia masih aman, pada hakikatnya Malaysia saban hari digemburkan lontaran idealogi-idealogi yang songsang dan permainan politik yang membuatkan rasa macam nak projectile vomiting. 
Dengan pentadbiran baru yang saban hari menyentuh sensitiviti agama dan kaum.

Berbalik pada persoalan asal; mengapa?
Tanya pada diri. 


MW

0000
191219
Home

Monday, August 19, 2019

Sebuah Ikhtilat

Assalamualaikum WBT

Its been super long-long hiatus.
I'm really disappointed with my own self (huhuhu) tapi apakah daya.
Menulis dengan mata hati, lebih sukar dari sekadar menulis dengan mata pena. (Acececeh)
.
Actually after habis je final pro exam medical school hari tu (FINALLY GRADUATED ALHAMDULILLAH), berbual dengan my BFF. Tengah-tengah berbual (kitaorang banyak berbual topik yang membangun jiwa gitu koya ), so I decided to write a story about ikhtilat.

Kenapa ikhtilat?
Sebab at first, isu ni memang besar sangkaan saya lah (murrobi duk asyik highlight pasal ni, kita pun alert sikit) tapi tak sangka, memang isu ikhtilat ni SANGAT BESAR dan BERAT.
Masa pre-clinical tak rasa sangat, sebab boleh je study sendiri-sendiri. Kalau study sesama pun, dengan member-member yang rapat je.

Tapi bila masuk clinical years, I realised how difficult to keep it.
Then, terinspirasi lah untuk menulis sebuah cerita contengan.

Amaran: Banyak medical jargon, dan sesi membakar diri (termasuklah writernya)

I'm open for any suggestion atau teguran, sesungguhnya yang baik itu datang dari Allah, dan yang buruk juga datang dari Allah, dalam menyempurnakan kejadian seorang manusia yang serba kekurangan.
Mohon maaf atas kekhilafan diri ini. Peace no war.

Sebuah Ikhtilat's Chaptersssssss

Sebuah Ikhtilat I

p/s: Update will be 3x per week (depending on my schedule) :)

Sebuah Ikhtilat I

" Grouping untuk next rotation dah keluar. Kau dah tengok belum list name groupmates kau?" senyum yang penuh meaning. Mesti ada hidden agenda, tak pun, future groupmates....Pap!..terus Qhuz view email yang attached dengan list name untuk rotation Obs & Gynae.
.
.
Group A3
Qhuzairi Ahmad.
.
Groupmates A3. Satu satu nama groupmates dibaca. Sampai nama yang terakhir, dahi Qhuz berkerut. Man....bala besar datang.
" Kenapa aku satu group dengan singa ni?" senyum paksa, menampakkan gigi ditunjukkan kepada member yang ketawa dihadapannya. " Seriouslah bro, rotation ni dahla penuh roller coster of emotional and hormonal, kena mengadap perempuan tu. Man."

" All the best bro. Aku pasti kau memang akan first honour punya Obs & Gynae. Dengan perempuan tu dalam group, mantap habis." Rauf masih bersisa ketawa, kali ini bertepuk tangan.

****
Group A3.
Qhuzairi Ahmad
Nur Farisha Bakri
.
Please not in this group. Oh Lord please.
.
Addawiyah Munirah Abdul Rahim.
.
Berkali-kali dibaca namanya. A3. A3. Lima saat kemudian, jeritan berskala 10 okta kedengaran dari blok Kolej Kediaman Melor.
.
" Shima, kenapa aku kena satu group dengan playboy ni? Oh Tuhan, hari-hari meletus gunung berapi kat hospital kalau macam ni!" digocang-gocang teman baiknya, dalam keadaan panik ibarat Jepun mendarat di Tanah Melayu, dalam meneruskan propaganda slogan 'Asia hanya untuk Asia'.

Hampir pening digoncang-goncang, Hashimah memegang tangan Adda dan diletakkan ke atas katil. " Engkau ingat dia nak ke satu group dengan kau, Ratu Singa?" terus terdiam jasad di hadapannya. " Just be normal, professional ke. Kau tak perlu nak buat baik ke apa ke dengan dia." perlahan-lahan suggestions diberikan. Dia yakin temannya ini tengah serabut dalam kepala. Maze yang berkotak-kotak mungkin dah dalam frontal lobe brain Adda ni.

Takdir ni misteri.
Banyak kali dah pesan kat Adda jangan cari musuh, tapi yang dilarang juga yang dia buat.
Mamat playboy tu pun satu, dah tahu orang alergik dengan dia, janganlah dinyalakan api permusuhan. Dah dinyalakan, dia tambah pula minyak tanah supaya api tu besar.

Ironi. Selama 4 tahun selamat je diaorang ni tak satu group kecil. Padahal probability untuk diaorang satu group punya lah besar. Dalam banyak-banyak rotation, rotation paling hormonal juga diaorang satu group.

Fate is laughing at both of you, Adda and Qhuz.

" Kau imagine kalau aku kena on call dengan dia? Kat labour room. Tak awkward ke namanya?" Adda menjuling mata ke atas sambil membayangkan situasi 'perang' yang bakal tercetus. " Siapa nak study dengan aku? Kalau aku kena prepare slides presentation dengan dia macam mana weh? arghhh..." dibaling bantal busuk ke dinding.

Hashimah hanya mampu membalas dengan senyum basi. " Entah-entah nanti end of rotation, ada yang melalak mandi tak basah, tidur tak lena..." sekilas dijeling Adda, " kalau drama Melayu, orang yang macam ni end up kahwin. Tahu?"

Pandangan mata laser dihala ke arah jasad yang sedang bersiap untuk tidur di sebelahnya. " You dare....."

Selimut ditarik cepat-cepat, seram nak bertentang mata dengan Ratu Singa ni. " Aku cakap drama Melayu, kau tu drama Melayu keee......"

Of course a big NO. Fate does laughing at me.

Alergik aku bukan sebarangan alergik. Mungkin secebis je element love dovey dalam permulaan perang, definitely not starting with such beautiful fate between me and him.
Simply, I hate his overbearing friendliness and people can misunderstand that.

Lelaki dan perempuan should not be too close.
Let alone couple yang date bagai.

A clear line, no grey area.

" Light off please Adda, dah lah tenung aku macam tu, esok kita dah start kelas. Tidur.... cepat." akhirnya jasad ditenung bersuara.

Light off.


P/S: Its been super long hiatus mode, that despite being so busy with classes (no longer as students) and researches going on (and weddings to attend) , I will always note down plot/story that I definitely want to finish. And as promised, MY FIRST WRITING after so long (Oh Tuhan); Sebuah Ikhtilat.

Please continue to support me (despite my poorer performance)
Thank You

MW
1636 | 19082019