YayBlogger.com
BLOGGER TEMPLATES

AKU

" Aku,

Bukanlah seorang penyanyi yang bisa menuturkan kata dengan menyanyi,

Bukan jua seorang komposer yang punyai abiliti utk menyuarakan isi hati,

Bukan seorang pelukis handalan yang punyai bakat yg mampu melakar sebuah lukisan tersirat,

Hanya punyai ayat dan tulisan, untuk ditulis, dibaca dan ditatap.

May Allah bless. "

Showing posts with label Self-Motivation. Show all posts
Showing posts with label Self-Motivation. Show all posts

Monday, December 31, 2018

Bridging Hope For Better

﷽


2018 had passed magnificently, with such an 'exceptional' ending.
After calming myself, I was reading a book when I came across a simple hadith;

" Ajaib sungguh orang Mukmin itu! Segalanya serba baik dan hal itu tidak dimiliki kecuali oleh orang Mukmin. Apabila ia mendapat kesenangan, maka dia pun bersyukur. Dan sebaliknya, apabila ia mendapat kesukaran, maka dia pun bersabar, hingga apa yang dihadapinya selalu akn mendatangkan kebaikan baginya." (Hadith Riwayat Muslim)

And then, I was asked to share regarding my new year resolution, which was filled with lots of blank spaces.

Cause honestly, I'm not so good with words. There are tiny-non-connecting aim of the year, which one of them is graduating by 30th June 2019.

One particular point I like from the sharing is;

"Between the weak and strong Mukmin, the strong one is better than another."
It shoot my heart so diligently that I should re-adjust the focus of my resolutions.

So I figure out that I should write this on a piece of paper, and try to connect each of these. Alhamdulillah, it does help.

Do try on your own.
For each of your resolutions, always ask why and how. It helps to clear things.

Comparing between 2018 and 2019 resolutions, I believe every single of us, are moving forward in every stages of life according to our own pace.

And again, I will try my best to update my blog as well reply to your emails.

May Allah bless all of us, steadyfast us onto His religion.
Stay shining in 2019 girls.

Assalamualaikum.

Nazual Zulkepli
1105
01012019

Sunday, April 22, 2018

Semester III 4th Year: Pit Stop Trip to Baling


﷽

“ Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang berakal. “
[ 3;190]

Baru 30 minit mendaki, dah start penat sampai berpeluh-peluh. Saat tengah kepenatan dek stamina yang secebis, maka bermula perang dingin dengan diri sendiri. 
Yang akhirnya terluah sepanjang mendaki bilamana terasa tiada tenaga hatta secebis, sampai tahap member kena tolak perlahan-lahan dari belakang. 
I can almost see itThat dream I'm dreaming butThere's a voice inside my head sayingYou'll never reach it,Every step I'm taking,Every move I make feelsLost with no directionMy faith is shaking but IGotta keep tryingGotta keep my head held high


“ Why did I sign up for this trip at the first place?” direct to the project manager. Tapi tangan dan kaki masih meneruskan perjalanan. Dengan kata-kata semangat dari Sarah, “ Korang sekejap je lagi….” when the truth is we still got an hour more to hike! 
There's always gonna be another mountainI'm always gonna wanna make it moveAlways gonna be an uphill battleSometimes I'm gonna have to loseAin't about how fast I get thereAin't about what's waiting on the other sideIt's the climb
Why Nazual? Why did you push yourself to the limit!
Sampai saja kat puncak gunung, dah syuruk. Matahari dah start naik, langit yang gelap malam hanya diterangi bintang-bintang kini bertukar warna kemerah-merahan. 
Subhanallah! Pemandangan yang tersangat indah! Yang mendamaikan hati, ditemani soundtrack ‘Berdua Lebih Baik’ dari teman-teman.
.



“ Life is a struggle, and the struggles are real.”
Dah masuk tahun keempat pengajian. Lagi setahun lebih perjalanan ini. Terasa masih diawan-awangan. 
Terasa seperti semalam struggle final exam ALevel, struggle interview untuk kos pengajian perubatan. Dan seperti semalam juga struggle untuk dapatkan scholarship. 
.
Terasa seperti semalam jua, fail paper exam. Meskipun dah penat stay up hatta tak tidur untuk mengulang kaji. 


The struggles I'm facingThe chances I'm takingSometimes might knock me down butNo I'm not breakingI may not know itBut these are the moments thatI'm going to remember most yeahJust got to keep goingAnd II gotta be strongJust keep pushing on, 'cause

Tapi mengapa?
Mengapa sering kali terasa perjalanan ini terlalu panjang?
Sedang teman yang lain sudah pun tamat perjuangan, sekarang sudah pun berkerjaya. 
Mengapa semakin hari semakin terasa ilmu yang ada hakikatnya hanya sedikit, dan masih memerlukan seribu daya usaha lagi. 
.
It’s okay. 
Welcome to the reality of being a medical student. (evil laugh).
This journey indeed, a super long journey. 
You can’t be alone. You need a group of supporters. Be it your parents, families or friends. 

Ada kala, kita mampu berjalan keseorangan. 
Tapi selalunya, 
Kita tetap memerlukan seseorang untuk push ke hadapan.
Kita memerlukan seseorang untuk mengajak kita terus mara.
Kita memerlukan sokongan untuk terus bergerak. 
There's always gonna be another mountainI'm always gonna wanna make it moveAlways gonna be an uphill battleSometimes I'm gonna have to loseAin't about how fast I get thereAin't about what's waiting on the other sideIt's the climb (yeah)

It took me a while to notice how our hiking trip taught us on this. 
As everyone really start wondering, why medicine why not others?
And why did not everyone in our circles seems to understand the struggles of medical student?
I myself find it hard to express my thoughts to the family members (aunties, uncles and cousins) because they don't really understand the struggles. Even few of my friends yang takde anyone in medical background also mentioned of the same things. 
.
Okay let take the climbing as a metaphor. 

Bayangkan course yang berbeza tu macam level kesusahan untuk hiking. Tak semua mountain shares the exact same difficulty. Some are easy to climb and some aren't. Some took less than a hour, some take hours to arrived. Some even took months to arrive okay, like Mt Everest etc. 
.
Permulaan mendaki tu sendiri pun kita dah tertanya-tanya, " Mampukah aku?" Sama juga masa the exact date you register as a medical student, " Mampu kah aku? Sedang semua senior-senior hatta doktor-doktor yang aku jumpa semua cakap susah sangat."
There's always gonna be another mountainI'm always gonna wanna make it moveAlways gonna be a uphill battleSometimes you gonna have to loseAin't about how fast I get thereAin't about what's waiting on the other sideIt's the climb (yeah yeah ea ea)
. 
Start of the journey, about half an hour, you started sweating (macam marathon 1000km) and wondering why did you agree for this. Or worst part, you eventually stop. 
First year, second year journey. Belajar segala anatomy and physiology. Basic physiology, then wonder kenapa kena belajar benda-benda biomedical ni? Chemistry stuff, tu tak kira lagi ada lecturer hipster explain physiology pakai theory physics.

It just an introduction. A little bit of future waiting ahead. 
Mula-mula track lawa lagi, steep pun still boleh jalan macam biasa, but as you go even further, jalan dah tak nampak macam jalan. 
Nampak batu dan pokok je, untuk kau support diri sendiri.

Keep on movingKeep climbingKeep the faith babyIt's all aboutIt's all aboutThe climbKeep the faithKeep your faith

. 
You will get tired and demotivated in the journey. 
That's why you need crowd to support and push you. 
I personally feel that this crowd should be people who understand your struggles and willing to be with you all the time. 
As being in medical life, you will constantly experience up and down, even in a single day. 
.


Well, as you climbing, you will constantly motivate yourself on the view once you reach the top. 
Cantiknya.
Tenangnya.
MashaAllah tak terungkap kata-kata. 
Tapi cantiknya tak bermakna tak hadapi kesusahan time kat atas puncak. 
Masa hiking Mt Baling, kat puncak tu batu-batu banyak. Kena jalan perlahan-lahan takut jatuh. 
And I bet the same goes once I graduated.
.
Hidup tak akan pernah terhenti dengan ujian dan ujian.
Sampai saat nafas terhenti, roh berpisah dengan jasad. 
Sampai akhirnya nanti, Allah janjikan ujian.
Samaada ujian kesusahan atau ujian kesenangan. 
Yang pasti, puncak destinasi seorang Muslim bukan sekadar di dunia, 
tapi di akhirat.
Di syurga-Nya kekal.


Allahualam. 
Nazual Zulkepli
1819220418
Georgetown Penang.

Saturday, November 25, 2017

Memoirs of SPM: Worst Subject

﷽

Satu persatu saya ingat peristiwa tersebut, bila cikgu serahkan booklet soalan Additional Math Form 4 Peperiksaan akhir tahun. 
49. Dan nak dijadikan cerita, markah exam akhir tahun akan masuk sistem SBP wheres, nanti akan keluar list ikut ranking seluruh Malaysia. 
For sure la kan, tak pernah pun jejak top ranking, mmg level ribu-ribu je lah. 
Tapi masa tu terus laju air mata turun.
Sebab subjek elektif yang lain semua failed kecuali Prinsip Akaun. 
Tambah Add math pun failed juga, memang 'rosak' dan 'rabak' ranking batch and SBP. 

Dan kata-kata cikgu Addmath memberi nasihat dan semangat yang tersirat. 
"Awak menangis, merayu minta even 1 markah pun saya tak nak bagi." padahal masa tu tak cakap apa-apa pun just air mata tu laju, tak sempat nak letak divider kat hujung mata je. 

Terus buat self-reflection. 
Memang tak sempat study, sebab masa cuti tu jaga Mami kat hospital.
Tak cukup dengan tu, Allah takdirkan diri sendiri menyaksikan kelahiran adik, dalam keadaan dirinya yang telah kaku. 
Dan bila SN serahkan kepada Nazu, seribu satu rasa datang ketuk pintu hati. 
Dan saat bila Allah balikkan hati, untuk study bersungguh dan further study dalam medicine. 
To be an Obstetrics and Gynaecologist. 
Bukan untuk menghalang dari perkara yang terjadi pada diri, tapi untuk menjadi seorang manusia yang bisa menghulur tangan kepada ibu-ibu saat mereka kehilangan permata hati. 
Kerna itu yang Nazu nampak dan saksikan dengan dua mata yang Allah kurniakan.
Perihal seorang ibu yang kehilangan anak. 
Mungkin diri ini tak memahami lagi. 
Kerna hanya mereka yang bergelar ibu yang mampu merasainya. 

End of flashback. 
Dan sepanjang cuti, Nazu habiskan dengan revision, revision dan revision.
Adalah join tuisyen, tapi tak suka sgt bila slot Addmath, since cikgu yang mengajar tu pandang rendah pada diri ini. 
Hanya kerana Nazu takde rupa, tak genius dan bukan dari sekolah elit. 
Tapi dalam diri, sungguh tak kisah dengan semua itu. 
Hanya disibukkan dengan tujuan dan moto hidup sendiri, 
Ada matlamat yang harus dicapai, dan tempias-tempias negatif seperti ini hanya dicanang dan dibuang dari bertuntas dalam diri. 

Peperiksaan pertama di Tingkatan 5.
Markah yang cukup membuatkan Nazu terkejut. 
Siapa sangka?
Dari 49% kepada 98% dalam mata pelajaran Addmath. 
Dari ranking yang sekadar biasa-biasa kepada Top 10 sekolah, dan okay lah ada improve dalam SBP. 

Ibrahnya di sini:

1. Matlamat
Ada perbezaan dalam hidup, kerana yang membezakan kita dengan orang lain adalah matlamat hidup kita. Bila kita ada matlamat, kita akan strive towards the goals habis-habisan. Gitu. 
2. Usaha
Selalu kan kita dengar, Allah nak tengok usaha, bukannya hasil. Tapi hakikatnya, bila kita dah usaha mesti lah kita dapat bukan?
3. Jangan pernah give up. 
Selalu je ulang benda ni, sebab tengah peak period of demotivating dalam medical school, selalu je rasa penat takdelah sampai nak give up tapi Allahu penat dia Allah je tahu. Tapi itulah, makin kita jauh makin kita usaha nak dapat bukan?

Sekian Sahaja.

Apa yang baik datangnya dari Tuhan, dan apa yang buruk jua dari Tuhan, untuk membezakan Pencipta dan ciptaan. 

Wallahualam. 
Nazual Zulkepli 
0150 26112017

Saturday, October 7, 2017

Semester 1 4th Year : Station 3

﷽

Finally, I am done for medicine posting, at least for this semester. I do feel better than previous semester where I was totally lost and no direction of learning. The lecturers just literally campak ke department medicine, and belajar sendiri-sendiri. 

Sampai sekarang rasa tak puas hati for previous semester's postings. 
Alhamdulillah that situation improving plus finally I have someone to count on in my groupmates. Someone I can rant on things happened, someone I can story on handsome DRs in the wards, or any patient that annoyed me. But so far, patient semua cooperative Alhamdulillah, just that ada la a few yang reject taknak Q&A sessions. 

Kecewa kena reject depan ramai-ramai patient adalah perasaan yang lagi teruk dr kena clash dengan boyfriend (awk pernah kena clash ke? tak. Ohh pastu? Sy tengok kwn2 je pastu mendalami kesakitan diaorg Lols)

Tapi dalam kekecewaan itu, ada masa yang hati berbunga-bunga dengan cooperative patients. Yg end up bagi semangat kat kita untuk terus berusaha, dan seterusnya berjaya menjadi seorang doktor yang bukan sekadar merawat fizikal. 



Scene 1:

Sepasang suami isteri memasuki bilik consultation. 
Si isteri berkerusi roda. Middle aged Indian lady. 
Si suami bertongkat. Late middle aged Chinese gentlemen. 
Si suami yang menolak sendiri si Isteri. Dalam keadaan yang serba payah untuk berjalan. Hinggakan doktor terpaksa berpindah tempat, untuk memudahkan mereka. 
(Doktor hensem. Siap ada halo kat atas kepala, baik dan sangat gentlemen. tapi bukan pilihan hati)

Si isteri telah pun bertahun menjalani rawatan HIV. I checked her blue book, and surprised by her strong wills in fighting this illness. Dengan komplikasi jangkitan, onset of DM, dyslipidaemia dan hypertension dah pun develop, but she still fighting strongly.
Akak admin tu bisik kat si Suami, find another lady to take care of them. Dan jawapannya membuatkan seorang Nazu terkelu. 

" Tak nak, saya manyak sayang sama dia." 
Lesung pipit terserlah di pipi. Ada bahagia dalam kekurangan mereka. 

Berkali-kali scene ini berulang dalam ruangan memori. Dan tidak ada satu pun yang terjadi tanpa pengetahuan Allah. Setiap saat yang kita lalui kelak, bukan lah suatu kebetulan malah tersirat segala ibrah yang meminta kita untuk berhenti sejenak, ambil iktibar dan meng-asimilasikan dalam sebuah kisah bernama kehidupan. 

Dan bergetar hati seorang Nazu, seperti ditegur Allah secara direct. 
"
Berhenti complaint. 
Berhentilah dari bersedih hati. 
Berhentilah mencari kesempurnaan dalam hidup yang serba kekurangan ini. 
Berhenti dan kiralah nikmat yang telah Allah limpahkan dalam hidup ini.
Berhentilah dari melihat yang kau rasakan bahagia sedangkan melimpah bahagia yang Allah berikan pada diri ini.
"

Dan untuk bahagia itu, kau tak perlukan harta yang bergelimpangan.
Cukup sekadar kau tahu mana yang patut kau bersyukur.


" Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga antara kamu serta berlumba dalam menambah kekayaan dan anak keturunan seperti hujan yang tanam-tanamannya mengkagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan keampunan daripada Allah serta keredhaanNya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu." [ 57;20]


Scene 2

Tiga pegawai penjara mengiringi seorang banduan, yang diimport fresh dari Mainland untuk follow up dan permohonan tukar pusat rawatan. 

" Listen here, you deserve your medications and healthcare treatments. This is your rights. Don't keep everything by yourself, let them (the wardens) know about your illness so you could have your medications."
- clear, tanpa nada telegraphic yang tersekat-sekat. Kata-kata seorang pakar kepadanya dan tiga pasang telinga yang sedang berdiri jelas mendengar kata-katanya. 
" Not all hospital have ID unit, we can only write a memo for his medication but he still need to be here for check ups." tapi warden-warden tu insist juga untuk tukar pusat rawatan. 
Dan tak habis-habis nak initiate conversation dengan seorang pelajar perubatan yang tgh blur, dan tak berminat nak dekat ceretera-ceretara ini. Pak cik warden, tak perlu nak lari dari kenyataan, dengar je apa yang doktor pakar cakap - whispering Nazual.

" Some people never learn." his words as soon the patient leave the room. 

Kagum. Itu sahaja yang mampu aku tuturkan. 
Bilamana masayarakat sekeliling memandang mereka ibarat sampah, 
Mereka-mereka ini yang ada knowledge, 
Ada kerjaya dan dihormati masyarakat (currently deteriorating due to kewujudan masyarakat BODOH SOMBONG),
Mereka memandang pesakit-pesakit ini sepertimana manusia biasa. 
Yang hanya kekurangan immuniti. Seperti mana mereka-mereka yang Allah pilih dengan kelahiran yang terus diuji dengan sakit immuniti lemah. 



Dan seperti mata dibuka dengan luas,
Walau dengan hanya beberapa jam di klinik, 
Dengan drama Denyut Kasih Medik yang tak habis-habis dekat ward,
Whispering Nazual; kenapa ramai sangat doktor handsome?
Astaghfirullah. 

Seorang Muslim, setiap langkah yang diatur, haruslah bersandarkan Allah semata-mata. 
Peringatan untuk diri sendiri.
Yang langkahnya makin lama makin berat. 
Semoga hakikatnya kita sentiasa dalam redha-Nya. 
Dalam setiap langkah, 
Dalam setiap saat,
Dalam setiap lontaran hati yang kelak akan dikira di akhirat kelak. 








Wallahualam.

#MWwrites
Nazual Zulkepli
Georgetown
071020171635

Tuhan, jadikan aku persis al Hadid dalam mengharungi dunia faana ini.

" Dan berbahagialah dalam mencari redha-nya Sang Tuhan."

Wednesday, July 19, 2017

The Captain of Journey

Study 5 minit.
Scroll Fb, Twitter 10 minit.

- typically life of Nazual since starting clinical posting

- life have change a lot since then, numerous assignments and case write ups, numerous lectures and revision need to be completed, numerous stairs and wards, clinics need to attend to, leaving me such a skinny and cengkung medical student that wanted more time so I could sleep happily
When I look up at the sky
The stars, see, are sparkling
Each giving off its own light
Like the people on this planet
and yeah, most of my friends are graduating, changing tittle from Ms to Mrs, from single and now forever being with someone else. (eventhough honestly, Allah kan ada dengan kita since kita belum jadi baby lagi, kenapa pula single forever? - Nazual's typical thinking)
Yeah, so I, too
Want to shine particularly bright
I close my eyes and make a vow in my heart
And entrust my dreams to that shooting star
Tipu lah kan tak jealous, tengok member dah graduate. Yang pasal changes of status tu tak lah jealous sebab, sebab rasa mcm benda tu rimas je having someone attached to you for 24H. Ke tak? As a free spirit person, I would love to wandering around myself. Hahaha. 




I’m in my usual park
I can see the night scenery
On the slide
That’s been my special seat for years
Okay back to the main points, sesungguhnya seorang Nazual tersangat lah sibuk dan tidak begitu berperasaan untuk menulis (sebenarnya banyak je masa cuma buat masa sekarang macam tunggang terbalik nak arrange masa sendiri) tapi nak sangat menulis balik. 

I know certain of us, feels so demotivated soon knowing most of you colleagues graduate early (even some of them are younger than you but still they are graduating early). Nazual rasa the exact feeling bila semua kawan baik time sekolah rendah (yang end up still together sampai waktu kolej) lah, kawan masa Uni-lah, semua dah graduate and dah start cari kerja. Ada yang dah start kerja. Kadang-kadang tak faham pun kenapa demotivated sangat. (Too much of thought on this, why would emotion is too complicated?)

Whenever I’m worried about something, I come here  
Just like then, I’m on my way to my dreams 
But unable to fulfil them
“Maybe this is the end of the line” 

The struggles just for the sake of a slip of paper, recognition of our hard-works ain't?

Mungkin rasa macam kenapa lah dragging sangat course ni?
Mungkin, ahhh next week ada quiz lagi, assessment lagi.
There are days when I say weak things like that 
But every time, I remember
That starry sky where I looked for a shooting star 
The wish I made when I was little
I have all of those thinking and yet too disappointed with myself. 
Sedihnya when you finally realised growing up have become such a pain. 
Sedihnya bila sedar semangat yang membara suatu tempoh dahulu makin malap dibawa diri sendiri, 
Ibaratnya segala ujian (termasuklah exams, quizs, assignments dan thoughts lamanya nak graduate) seperti air, sedikit-sedikit memadam api yang membara. 
Dimana hilang penuhu bunsen yang pernah memetik, dan menyalakan semangat itu hinggakan barisan penemuduga, barisan cikgu-cikgu pernah bangga hingga berdiri menghadiakan senyuman suatu ketika dahulu. 

and someone told me:

" It might be long, but who's care. It's my own journey." His words stroke my head like shooting arrow. 
Hasn’t changed even now
When I look up at the sky
The stars, see, are sparkling
Each giving off its own light
Kenapa kita concern pasal orang lain, as in concern in term of giving out negative vibes to ourselves. Mana boleh samakan apple dgn apple kan? (eh)  
There is no pathway with such a smooth and enjoyment to be relax throughout it. Even yang dah graduate tu pun undergoes a great obstacles in order to be how they are now. 
So instead of rasa demotivated, apa kata take it positively. 
One day it will be ours. 

Sama juga dengan yang kena repeat papers or even repeat years. 
Never think you as a failure, nobody is born as a failure. 
It's only a failure if you are down, and you can't get up from it. 
Its okay if it took such a drag of your time, while others make it fast,
because,
You are the captain of your own journey. 
Like the people on this planet
Yeah, so I, too
Want to shine particularly bright
I close my eyes and make a vow in my heart
And entrust my dreams to that shooting star

Okay, cuba buka tingkap, gelap tak kat luar?
Kalau gelap, cuba cari bintang-bintang.
Kalau tak gelap, boleh tunggu beberapa jam sampai kat luar tu gelap.
Tengok bintang-bintang yang cantik tu,
Tak semua sama bukan?

Sama dengan kita manusia, 

Yang Allah jadikan pelbagai bentuk, rupa secara fizikal, mental dan rohani.
Jangan samakan kita dengan orang lain, sebab hakikatnya kita diciptakan berbeza antara satu sama lain. 
Appreciate ourselves, appreciate people around us.
And be grateful of His blessings. 
Don't entrust your dream of anything aside of Him, because afterall, Allah is the best planner. 

Wallahualam. 





MW
141220717
Georgetown, Penang.

Saturday, November 5, 2016

In The Making of Dr Nurul : Tips Study 1

Request message sent from Instagram account.

Seorang adik, mengemukakan soalan kepada saya,

1. Studytips untuk subject sciences like Addmath, Physics, Biology and chemistry.

2. Macam mana nak rajin study, sedangkan SPM dah nak dekat.

3. Adik Comel (nama samaran) minat sangat medic, tapi adik dengar, budak medic ni takde life, takde masa dengan family. Betul ke akak?

الحمد لله نستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله
﷽

Alhamdulillah diberi kesempatan dalam kesibukan amanah sebagai seorang pelajar, yang berhempas pulas untuk peperiksaan tempoh hari. 
Selepas down failed satu module, semalam dengan gembira keluar dari exam hall meskipun rasa nak merangkak balik rumah.

Sampai ada senior tanya, " Okay tak exam? " sebab muka macam nak bunuh orang. Last-last terpaksa ponteng MDT session sbb dah severe sampai takleh bangun.

Okay finished.

Back to soalan adik tadi, Nazual macam hmm kejap. How to put these to simple words where everyone understand and benefits it, inshaAllah.

1. Untuk study tips, Nazual cadangkan buat test untuk tahu which learning style mana suits you the best. Commonly, kita akan tiga main method of study:

Kinestatic
Listening
Visualising

This is the basic skills which everyone be aware of, so go for this test, online or jumpa kaunselor untuk tahu the best style for you study skills.

Okay, kat sini ada satu website untuk korang test, learning style korang: Learning Style Test

Untuk Nazual, I am Visual/Kinestatic Learner.

Which means, duk dalam kelas, dengar je lectures, is not WORKING for me. As soon I realised my learning styles, I changed a lot of things like instead of just listening, I will write down notes/mindmap the learning outcomes of that particular lectures.

Visual 

If you are a visual learner, you learn by reading or seeing pictures. You understand and remember things by sight. You can picture what you are learning in your head, and you learn best by using methods that are primarily visual. You like to see what you are learning.
As a visual learner, you are usually neat and clean. You often close your eyes to visualize or remember something, and you will find something to watch if you become bored. You may have difficulty with spoken directions and may be easily distracted by sounds. You are attracted to color and to spoken language (like stories) that is rich in imagery.
Here are some things that visual learners like you can do to learn better:

  • Sit near the front of the classroom. (It won't mean you're the teacher's pet! 
  • Have your eyesight checked on a regular basis.
  • Use flashcards to learn new words.
  • Try to visualize things that you hear or things that are read to you.
  • Write down key words, ideas, or instructions.
  • Draw pictures to help explain new concepts and then explain the pictures.
  • Color code things.
  • Avoid distractions during study times.
Remember that you need to see things, not just hear things, to learn well.

Tactile

If you are a tactile learner, you learn by touching and doing. You understand and remember things through physical movement. You are a "hands-on" learner who prefers to touch, move, build, or draw what you learn, and you tend to learn better when some type of physical activity is involved. You need to be active and take frequent breaks, you often speak with your hands and with gestures, and you may have difficulty sitting still.
As a tactile learner, you like to take things apart and put things together, and you tend to find reasons to tinker or move around when you become bored. You may be very well coordinated and have good athletic ability. You can easily remember things that were done but may have difficulty remembering what you saw or heard in the process. You often communicate by touching, and you appreciate physically expressed forms of encouragement, such as a pat on the back.
Here are some things that tactile learners like you can do to learn better:

  • Participate in activities that involve touching, building, moving, or drawing.
  • Do lots of hands-on activities like completing art projects, taking walks, or acting out stories.
  • It's OK to chew gum, walk around, or rock in a chair while reading or studying.
  • Use flashcards and arrange them in groups to show relationships between ideas.
  • Trace words with your finger to learn spelling (finger spelling).
  • Take frequent breaks during reading or studying periods (frequent, but not long).
  • It's OK to tap a pencil, shake your foot, or hold on to something while learning.
  • Use a computer to reinforce learning through the sense of touch.
Remember that you learn best by doing, not just by reading, seeing, or hearing.

Ini adalah example seorang Nazual.
Specifically, once you know your learning styles, work out on how you can use your style in maximise your study.

To be honest, setiap insan telah Allah jadikan berbeza antara satu sama lain, samada physical mahupun mentally. Jangan main copy paste manusia/idola-idola/role model yang anda rasa sesuai sedangkan learning styles mereka berbeza dengan anda.
Tapi, sebagai seorang yang tak begitu genius, Nazual boleh a bit of tips macam nak kuasai subjek-subjek sains.

Nazual secara jujurnya bukanlah pelajar yang cemerlang, segala nikmat results yang dikatakan hebat adalah nikmat dari Allah semata-mata melalui rahmatNya dan doa orang sekeliling, termasuklah parents and cikgu-cikgu.

Addmath

  • this is my favourite subject back in school, I used to failed Addmath for the last exam Form 4, dahlah masuk ranking SBP, menangis tak berlagu tapi cikgu Addmath dengan clear-nya cakap kat Nazual " Saya tak akan luluskan awak."
  • faham konsep dan prinsip in every subtopics. 
  • practice and practice. Banyakkan bertanya kepada cikgu-cikgu or your friends yang faham and terer Addmath, especially bank soalan Past Years papers @ soalan trial SBP/MARA. memang sangat membantu. 
  • JANGAN PERNAH MALU untuk bertanya, nanti takde orang ingatnya awk tanya soalan mcm org bodoh, cause you will be excel in your study


Physics
  • subjek yang paling tak digemari, walaupun tak pernah failed masa SPM, tapi masa Alevel, subjek ni lah paling teruk markahnya T____T
  • lebih kurang sama macam AddMath, cuma kena banyak reading and buat nota ringkas based on apa yang kita faham
  • buat banyak soalan, refer to your friends and cikgu-cikgu kalau ada concept yang kita tak faham.
  • and suka untuk Nazual highlight, siapa kata budak medic tak perlu belajar physics, YOU NEED IT to understand physiology better
Biology
  • banyak-kan membaca dan tulis nota based on apa yang kita faham
  • what I did before, I read textbooks and a few reference books, which to expand more knowledge so I could grab the core of learning outcomes
  • Nazual tak galakkan hafal sebijik-bijik, faham objektif pembelajaran then cuba kait-kan antara satu sama lain. So at the end this process, kenal pasti apa yang patut kita faham dan jelas.
  • try test diri sendiri dengan soalan2 lazim, sampai satu tahap, you can definitely answer it without referring to textbooks.  
Apa pun, berbalik kembali kepada learning style masing-masing. Ada orang lagi senang faham bila orang explain, but some such as me, lagi faham bila baca banyak buku lepas confused then tanya cikgu. I will try to relate all those points together in one piece.

2. Macam mana nak rajin study?

Allahu, sejujurnya, akak ni takdelah rajin sangat study. Banyak tidur dengan main-main sebenarnya ( Astaghfirullah)


1.Planning and counting days. Antara salah sebab kita jadi malas, bila kita tak rasa pressure. So bila kita buat headcount days and planning for each day, kita akan nampak and rasa betapa kita sebenarnya kesuntukan masa. Plus, planning sangat membantu untuk kita balance antara study dan kerja-kerja persatuan ataupun kerja-kerja tarbiyah.

2. This is what I did whenever I start being lazy and reluctant to study, banyakkan membaca bahan-bahan tarbiyah untuk meniup kembali semangat-semangat kemalasan, kadang-kadang Nazual baca sirah-sirah para sahabiyah, and reflect it upon myself, sedangkan para sahabat yang dijanjikan syurga, diaorang still ongoing mencari pahala untuk ke syurga. Sedangkan kita, dah lah tak dijamin syurga, memang clear banyak buat kerja melagha, still rasa malas untuk study? Not to mention kerja-kerja dakwah & tarbiyah.

3. Kadang-kadang kita bukan rasa malas, tapi just nak rehat. Go and get a rest! Buat apa-apa aktiviti yang berfaedah like jogging, baca buku, main sports. Anything as long it can benefit you and increase your stamina/knowledge
. 
3. Budak medic takde life? Eh?

Up to now, Nazual still wondering, apa sebenarnya yang dimaksudkan dengan takde life? Cause I enjoying medicine so much, which even I ever been ask again, I definitely choose Medicine. 

Buatlah course apa-pun, you definitely will be busy and sometimes not even have time to enjoy yourselves, but as I mentioned before, planning does help a lot. 
And know where to prioritise stuffs. 
Bahagi masa dan prioritise apa yang penting dalam urusan yang penting. 

And one more, kalau adik-adik rasa interested sangat dengan medicine, dan memang nak further your degree in MBBS, akak galakkan adik-adik banyak-kan membaca. Tanamkan minat untuk membaca dan ada kemahuan untuk mencari sebanyak mungkin ilmu, bukan untuk dibanggakan tapi untuk melahirkan rasa rendah diri dalam hati serta membantu kita untuk menjadi seorang Muslim yang sejati. 

Wallahualam. 
Setakat ini sahaja mampu mencoretkan jawapan. 

Sesungguhnya yang baik itu datang dari Allah SWT, 
dan yang buruk itu datang dari kelemahan Nazual sendiri. 

Jazakallahu khair. 

Nazual Zulkepli
2000051116
Stonneybatter